The History of Chocolate (Sejarah Cokelat)
Chocolate comes from the beans of the cacao tree, which grows in the rainforests of Central and South America. Ancient civilizations such as the Olmec, Maya, and Aztecs have been using cacao beans since 1900 BC, but they used it in a very different form from the chocolate we know today. They crushed the cacao beans into a paste and mixed it with water, chili, and other spices to make a bitter drink called "xocoatl". This drink was believed to have magical powers and was used in religious rituals.
When Spanish explorers arrived in America in the 15th century, they brought cacao beans back to Europe. There, the cacao beans were mixed with sugar and milk to make a sweeter and creamier chocolate drink. This drink became very popular among European nobility.
However, chocolate in the form we know today, that is, solid chocolate bars, was only discovered in the 19th century. In 1828, Conrad Van Houten, a Dutch chocolate maker, invented a hydraulic machine to squeeze the fat out of cacao beans. The result was a dry cocoa powder that could be mixed with sugar and milk to make chocolate that could be molded into bars.
Later, in 1875, a Swiss chocolate maker named Daniel Peter mixed powdered milk with chocolate to create milk chocolate. This innovation made chocolate more accessible and popular worldwide.
Since then, chocolate has become an integral part of our food culture, with different types and flavors to enjoy. 🍫😊
Cokelat berasal dari biji pohon kakao, yang tumbuh di hutan hujan Amerika Tengah dan Selatan. Peradaban kuno seperti Olmec, Maya, dan Aztek telah menggunakan biji kakao sejak 1900 SM, tetapi mereka menggunakannya dalam bentuk yang sangat berbeda dari cokelat yang kita kenal sekarang. Mereka meremukkan biji kakao menjadi pasta dan mencampurnya dengan air, cabai, dan rempah-rempah lainnya untuk membuat minuman pahit yang disebut "xocoatl". Minuman ini dipercaya memiliki kekuatan magis dan digunakan dalam ritual keagamaan.
Ketika penjelajah Spanyol tiba di Amerika pada abad ke-15, mereka membawa biji kakao kembali ke Eropa. Di sana, biji kakao dicampur dengan gula dan susu untuk membuat minuman cokelat yang lebih manis dan krimi. Minuman ini menjadi sangat populer di kalangan bangsawan Eropa.
Namun, cokelat dalam bentuk yang kita kenal sekarang, yaitu batangan cokelat padat, baru ditemukan pada abad ke-19. Pada tahun 1828, Conrad Van Houten, seorang pembuat cokelat Belanda, menciptakan mesin hidrolik untuk memeras lemak dari biji kakao. Hasilnya adalah bubuk kakao kering yang bisa dicampur dengan gula dan susu untuk membuat cokelat yang bisa dicetak menjadi batangan.
Kemudian, pada tahun 1875, seorang pembuat cokelat Swiss bernama Daniel Peter mencampur susu bubuk dengan cokelat untuk menciptakan cokelat susu. Inovasi ini membuat cokelat menjadi lebih mudah diakses dan populer di seluruh dunia.
Sejak itu, cokelat telah menjadi bagian integral dari budaya makanan kita, dengan berbagai jenis dan rasa yang berbeda untuk dinikmati. 🍫😊




Comments
Post a Comment